GAGAL LAGI KE WONOGIRI

0
157

Saya masih ingat ketika bertemu dengan Andi Harli di Karang Anyar, beliau meminta saya mengajarkan bagaimana caranya membangun organisasi di level daerah, bagaimana berhadapan dengan pemerintah, bagaimana menghadapi organisasi tetangga dan bagaimana menguatkan persepsi IGI dalam dunia guru.

Saya melihat anaknya masih muda, punya motivasi tinggi dan keinginan yang kuat. Saya pun menceritakan bagaimana saya membangun IGI Sulsel selama 6 tahun. Dulu jangankan kenal IGI, pernah dengar kata IGI saja belum pernah. Bahkan saat saya harus berhadap-hadapan dengan tetangga tua, semuanya bisa dihadapi dengan baik, kuncinya terus bergerak, ibarat mengayuh sepeda, jangan berhenti mengayuh jika tak mau jatuh, ibarat ikan, jangan berhenti bergerak jika ingin mendapatkan asupan makanan.

Beberapa bulan kemudian, saya mendapat kabar tentang lonjakan jumlah anggota IGI Wonogiri, bahkan jumlah anggota IGI Wonogiri terbanyak se-Pulau Jawa dan mengalahkan IGI yang sudah lama berdiri.

Saat itu saya berjanji akan ke Wonogiri dan pengurus IGI Wonogiri pun sangat berharap kedatangan saya. Saat mereka menggelar kegiatan pertama, saya tak bisa hadir karena bertepatan dengan pelantikan wilayah yang tentunya lebih prioritas menjadi tugas ketum PP, saya diagendakan kedua kalinya, saya pun tak dapat hadir karena kurang sehat.

Saat saya mendengar mereka menggelar SAGUSAKU minggu ini, saya pun berpikir, apa salahnya saya ke Wonogiri, apalagi kali ini mereka kembali mengundang saya. Saya memang sudah mengagendakan pertemuan tim khusus di Kemendikbud 14 Juli 2017 dan saya pikir, lebih baik perjalanan saya lanjutkan ke Wonogiri. Kali ini saya memilih memesan tiket pagi mengingat pertemuan tim khusus tak bisa diprediksi kapan berakhirnya.

NAM Air pun menjadi pilihan saya pada pukul 09.25 dengan perhitungan, mendarat di Solo 10.25 lalu perjalanan 1,5 jam ke Wonogiri lalu balik lagi ke Solo untuk penerbangan terakhir. Ternyata Ketika boarding, delay hingga 10.25, saya pikir, kita tunggu saja toh masih bisa lah. 

Saya pun mendapat kabar bahwa Ketua IGI Wonogiri sudah menunggu di Solo. Saat diruang tunggu bandara, NAM air diumumkan delay dan mundur ke pukul 12.15. Saya pikir, insya Allah masih bisa, tetapi hingga 12.18, belum ada tanda-tanda kami akan diberangkatkan, saya pun  bertanya ke petugasnya, katanya kemungkinan mundur lagi 30-40 menit dan setelah berkoordinasi dengan Andi Harli, saya pun memutuskan untuk batal ke Wonogiri mengingat penerbangan terakhir dari Solo sudah tak mungkin terkejar. 

Hingga hari ini IGI Wonogiri menggelar Sagusabu, Dilkat Menulis Buku Sampai Jadi.
Maafkan aku kawan-kawan IGI Wonogiri, kita agendakan lain waktu. Insya Allah akan kami prioritaskan.

Jakarta-Makassar, 15 Juli 2017
Muhammad Ramli Rahim

Ketua Umum Pengurus Pusat 

Ikatan Guru Indonesia.

Comments

comments