DIRJEN DIKDASMEN : IGI BOLEH MENGGUNAKAN SELURUH LPMP SECARA GRATIS

0
289

Pertemuan kami dengan Dirjen Dikdasmen harus tertunda sehari karena penerbangan saya dari Makassar yang harusnya pukul jam 06.00 pagi bergeser ke 11.00 sementara itu Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad pukul 13.00 harus mendampingi Mendikbud Muhajir Efendi, kami pun kemudian Jadwal ulang pertemuan menjadi pukul jam 09.00 pagi dan karena kemacetan lalu lintas Jakarta dan sebelumnya kami menemui Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan saya pun ternyata tetap harus terlambat tiba di ruang kerja Dirjen Dikdasmen

Bersyukur Dirjen Dikdasmen adalah orang baik, bapak Hamid Muhammad tetap menunggu saya di ruangan beliau. Ketika tiba di ruangan beliau, saya pun mendapat pesan dari sekretaris beliau agar tidak berlama-lama karena sebenarnya saya sudah ditunggu sejak pukul 09.00 pagi.

Jabat tangan hangat beliau menyambut kedatangan saya dan kami pun mulai berbincang tentang apa yang IGI telah lakukan dalam setahun terakhir. Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad sangat mengapresiasi apa yang dilakukan IGI, menurut beliau IGI telah sangat luar biasa membantu Kemendikbud dalam upaya peningkatan kompetensi guru meskipun IGI tidak mendapat bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam bentuk anggaran tetapi IGI mampu membuktikan bahwa organisasi profesi guru mampu berbuat meskipun dengan segala keterbatasan.

Sebagai ketua umum IGI yang selama ini berupaya keras tidak bergantung pada APBD dan APBN, kami tidak meminta banyak hal pada pemerintah, pada kesempatan itu saya selaku ketua umum IGI hanya meminta agar seluruh LPMP di seluruh Indonesia dapat terbuka untuk IGI. Selama ini ada LPMP yang ketika kami gunakan tak meminta biaya apapun namun ada pula LPMP yang seolah memasang tarif untuk IGI padahal IGI sejatinya justru harusnya dibayar oleh pemerintah karena mengerjakan hal-hal yang seharusnya dianggarkan oleh pemerintah.

Kami melaporkan bahwa ikatan guru Indonesia melaksanakan kegiatan dari satu kota ke kota lain di seluruh Indonesia biasanya membutuhkan ruangan dan tempat penginapan bagi guru-guru dari luar daerah, Kemendikbud sudah seharusnya membantu ikatan guru Indonesia yang selama ini telah melakukan banyak hal untuk peningkatan kompetensi guru yang seharusnya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah

Kepada Dirjen dikdasmen IGI hanya meminta agar seluruh LPMP di seluruh Indonesia baik aula, ruang pelatihan maupun asramanya dapat digunakan oleh ikatan guru Indonesia dalam melatih guru-guru Indonesia untuk meningkatkan kompetensinya tanpa harus membayar biaya apapun. Bukankah para pengawai LPMP dibayar oleh pemerintah, maka seharusnya ketika ada organisasi guru yang betul-betul konsisten meningkatkan kompetensi guru, maka harusnya LPMP yang tersebar di seluruh provinsi dapat menyediakan tempatnya untuk organisasi tersebut.

Alhamdulillah Dirjen dikdasmen Hamid Muhammad menyambut positif permintaan IG beliau menyampaikan bahwa ikatan guru Indonesia dipersilahkan menggunakan seluruh ruang pelatihan, aula serta asrama LPMP secara gratis tanpa harus membayar apapun kepada pengelola LPMP, kecuali yang sifatnya membutuhkan tambahan biaya seperti konsumsi maka LPMP mungkin tidak bisa menyiapkan secara gratis tapi dapat dibicarakan dengan LPMP setempat mengingat di setiap LPMP sebenarnya memiliki pengelola untuk konsumsi, guru-guru cukup patungan membayar biaya konsumsi saja atau menyediakan sendiri konsumsi dari luar.

“Mas Ramli, jika ada Kepala LPMP yang meminta IGI harus membayar biaya Aula ruang pelatihan dan biaya asrama, tolong sampaikan ke saya langsung, biar saya yang menghubungi mereka untuk memberikan itu secara cuma-cuma kepada ikatan guru Indonesia” kata Dirjen Dikdasemen Hamid Muhammad

Kami melaporkan bahwa selama ini, ada LPMP yang memberikan gratis buat IGI, bahkan ada yg bantu kami konsumsi dan kendaraan dinas tetapi ada juga yang memperlakukan kami seperti organisasi yang tak ada hubungannya sama sekali dengan upaya peningkatan kompetensi guru.

Jakarta, 29 Juni 2017

Muhammad Ramli Rahim

Ketua Umum Pengurus Pusat 

Ikatan Guru Indonesia

Comments

comments