DEMI KOMPETENSI GURU YANG LEBIH BAIK, KURANG DARI 12 JAM DI MAKASSAR

1
2108

Hari ini tak seperti biasanya, istri saya begitu enggan melepas saya melanjutkan perjalanan mendorong peningkatan mutu guru. Bahkan 2 Jagoan kecil saya enggan bersalaman karena tak rela kembali ditinggalkan ayahnya. Anak Perempuan saya bahkan hanya bertemu saat bangun subuh karena pukul 06.00 jemputan bus sekolahnya sudah datang.

Tiga minggu ini memang terbilang sangat padat, tanggal 19 Agustus di Jakarta MoU dengan Indosat Ooreedo serta berkunjung ke PT SEIN lalu menghadiri resepsi pernikahan Pak Sumarna Surapranata, Dirjen GTK Kemendikbud dan sempat ngobrol dengan Mantan Mendikbud Anies Baswedan, pagi, langsung terbang ke Banjarmasin menjalani Road Show Banua Banjar mulai dari Banjarmasin, Balangan, Hulu Sungai Tengah, Banjar Baru dan Berakhir 24 Agustus di Tanah Laut. Balik ke Makassar melantik IGI Wilayah Sulsel lalu langsung terbang ke Solo untuk menghadiri Rakerwil IGI Wilayah Jawa Tengah di Karanganyar 27-28 Agustus lalu bertemu sekitar 50 guru Semarang di SMA Negeri 2 Semarang dalam pembukaan dan pengenalan DIKLAT MPI Berbasis Lectora SAMPAI BISA yang akan diselenggarakan secara berkelanjutan setiap tiga minggu sekali dan berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lain dengan peserta yang sama.

rakerwil jateng 2016-1

Sebelumnya di Karanganyar, Bupati Karanganyar sangat berterima kasih dengan segala hal yang IGI telah lakukan, beliau terlihat begitu konsen dengan pendidikan, bahkan semua anak SD yang matematikanya dapat 100 diberikan penghargaan Rp.100.000, dari gaji beliau. Beliau yakin sepenuhnya IGI adalah organisasi profesi guru yang sesungguhnya karena IGI sangat konsen pada upaya peningkatan mutu guru.

Balik dari Semarang mendarat di Makassar pukul 03.15, tertidur, bermain dengan anak-anak dan pukul 13.00 harus berangkat ke Bandara menuju Jakarta memenuhi undangan Kompas Group, mereka tahu, hampir setiap minggu saya berkelling Indonesia berbicara tentang bagaimana peningkatan kompetensi guru dan maksimalisasi teknologi dalam pembelajaran sehingga mereka tidak mau saya diwakili.

Sepanjang perjalanan dari rumah ke bandara, baru kali ini Istri saya tak melepas tangan saya sehingga hanya satu tangan yang menyetir. Mungkin itu wajar karena saya di Makassar kurang dari 12 jam dan dari Jakarta, saya tidak lagi balik ke Makassar tapi langsung terbang ke Bima lanjut ke Dompu, Sumbawa, Lombok dan berakhir di Mataram insya Allah 4 September 2016, lalu 5-10 September menjalani Tour Sagusanov pada 7 kabupaten/kota di Sulsel bersama Abdul Kholiq sang Master Sagusanov.

Buat BUMN, Swasta Nasional, serta pemerintah, jangan membuang-buang uang dengan berupaya mencerdaskan siswa tanpa mencerdaskan gurunya karena mencerdaskan 1000 siswa hanya mencerdask 1000 orang tapi mencerdaskan 1000 guru seperti mencerdaskan jutaan siswa.

Jakarta, 30 Agustus 2016

Muhammad Ramli Rahim
Ketua Umum Pengurus Pusat
Ikatan Guru Indonesia.

Comments

comments

1 KOMENTAR

  1. Salam Literasi

    Quetenya luar biasa, inspirasi sekali pak,

    mencerdaskan siswa tanpa mencerdaskan gurunya karena mencerdaskan 1000 siswa hanya mencerdask 1000 orang tapi mencerdaskan 1000 guru seperti mencerdaskan jutaan siswa.

    Tetapi IGI tidak menyentuh kami guru swasta ataukah kami yang tidak membuka diri?

    Mohon pencerahan untuk guru era baru yang lebih baik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here