Belajar Dari Metode “Menemu Baling” Dan Menulis Itu Mudah

0
476

(TOT Training of Trainer literasi berbasis IT Angkatan ke-2 DKI Jakarta)

Embun menetes di pagi hari, turun sesuai kehendak sang Ilahi. Sejuk membasahi dedaunan yang hijau dan rumput yang terhampar luas sejauh mata memandang. 

Waktu terus bergulir kemilauan cahaya matahari mulai menampakan sinarnya,  suara ” terdengar dari balik dinding dan halaman depan rumah yang hanya dibatasi pagar besi yang tak bertabir. Entah apa yang di bicarakan dan di perbincangkan.

Nada WA bergetar, suara lembut pun menyusul dari Telegram, ku tengok sejenak info dari WA hanya ucapan salam yang saling memuliakan sebagai bentuk syukur atas nikmat sang Maha pemurah Allah subhanahu wa ta’ala. Jauh berbeda ketika kuklik media di telegramku yang tampil dan terlihat dari satu grup mengenai satu headlines berita yang bertuliskan Rencana 3 Kementerian akan di reshuffel lagi. Antara percaya dan tidak…!!!

Rasa prihatin pun mulai terlintas dalam benak pikiranku jangan, jangan, …,… sang Prof Muhadjir jadi korban lagi dari ketidak jelasan arah bangsa ini.  Perlahan kubaca headlines dari e-media tersebut ternyata dugaanku tak salah dalam berita diinfokan kalau mendikbud Prof Muhadjir akan ikut menjadi target program reshuffel bapak Presiden Jokowi.

Dengan demikian maka semakin jelas dan nyata sepak terjang dunia pendidikan di negeri kita ini yang masih berada di jalur kelabu yang setiap saat akan berganti. Seperti sebuah syair lagu dorong kesana-dorong kesini la..la…la

Kalau sudah begini apa yang harus dilakukan oleh para guru?

Apakah msh ingin berada dalam kotak hitam yang tak menentu arah kebijakannya atau

Ambil langkah mandiri untuk mengembangkan mutu dan kompetensi diri dengan tetap taat sewajarnya saja atau …….

Wahai para guru Indonesia saatnya out of the box untuk berinovasi demi kemajuan pendidikan Indonesia.

Menuju Stasiun Bogor
(30 Desember 2016)
🌻 Salam Fahri Hamid

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here