Sharing Yuk
20 Apr 2010 | 21
Sikka, Kota Katolik yang ramah (1)

Oleh Nina Soeparno


Surprise akhir tahun
Saya benar-benar terpana, di tangan saya amplop baru saja saya buka. Isinya adalah tiket pesawat pp Jakarta – Denpasar – Kupang – Sikka dan sebaliknya. Pak Stanis benar-benar mengirimkan tiket itu, batin saya. Ck...ck...ck...berapa biaya yang harus mereka keluarkan untuk ini ya? Dalam hati saya berjanji tidak akan mengecewakan Pak Stanis dan teman-temannya di Sikka.

Saya kenal Pak Stanislao dan kawan-kawannya kira-kira empat, lima tahun lalu ketika program pelatihan matematika dan sains dicanangkan di seluruh Indonesia. Waktu itu, saya di bawah tim Yohannes Surya hampir setiap minggunya berangkat ke berbagai daerah terpencil di seluruh Indonesia untuk memberikan pelatihan matematika dan sains yang menyenangkan kepada ribuan guru SD dan SMP. Saya satu-satunya fasilitator perempuan yang dikirim ke Indonesia Timur. Salah satu kota kabupaten yang kami kunjungi adalah Sikka, ibukota kabupaten Maumere, di Nusa Tenggara Timur. Kota yang dibatasi pegunungan tandus dan laut Flores. Pak Stanis, adalah seorang guru SD yang giat belajar ketika itu. Selain beliau, ada Pak Anis, Pak Frans, Ibu Margareth dan 30an orang lainnya ketika itu yang saya latih, namun hanya Pak Stanis dan Pak Benedictus lah yang sering kontak via sms dengan saya. Hampir setiap kali, permintaan mereka sama, meminta soal-soal, ide-ide agar bisa diberikan kepada murid-murid mereka. Setiap kali pula saya kesulitan mengirimkan berbagai soal yang saya buat atau saya download dari internet, karena guru-guru tersebut belum memiliki fasilitas internet. Mereka juga belum mengerti bagaimana menggunakannya. Alhasil, saya harus cari cara untuk dapat mengirimkan kopian soal-soal tersebut. Tidak mudah, karena beberapa kali, kiriman saya tidak sampai.

Sebulan yang lalu, Pak Stanis mengontak saya lagi, begini smsnya "Bu Nina, kami terima kasih karena telah dikirimi berbagai soal, namun kami kesulitan menjawabnya. Andai bu nina bisa datang kemari, ke Sikka..."

Wow...Sms itu kemudian saya balas begini, "Saya senang sekali kalau saya bisa datang, namun saya saya bingung bagaimana saya harus datang ke sana." Tak lama, sms balasan saya pun datang, isinya meminta alamat rumah saya. Saya tidak mengerti, namun memberikan juga alamat saya kepada Pak Stanis.

Sambel kemangi dan Nira.

Pak Stanis sendiri yang menjemput saya di bandara Sikka, yang letaknya persis di pinggir laut. Jangan ditanya betapa saya begitu ketakutan ketika pesawat kecil yang bermuatan hanya sepuluh orang itu mau mendarat, karena dia menukik tepat di atas laut. Alamak...

Sikka, Maumere, rasanya masih seperti ketika 5 tahun lalu saya tinggalkan. Hotel tempat saya menginap pun masih sama, yang letaknya hanya 2 km dari bandara, dan menghadap laut. Di pagi hari, saya bisa bebas menikmati dinginnya air laut, pasir yang putih, dan sesekali lumba-lumba yang menari-nari di tengah laut. Indahnya...
Di hotel tempat saya menginap, banyak sekali pohon nira. Setiap pagi, Pak Jonathan, seorang petani nira, memanen nira. Nira kemudian disadap di pohonnnya dengan menggunakan pisau khusus dan air nira ditampung di botol-botol plastik. Selang dua atau tiga hari, nira akan mengeluarkan alkohol dan rasanya menjadi asam, persis seperti rasa anggur yang telah difermentasikan. Nira adalah minuman khas dari NTT, selain dendeng daging kuda. Setiap pagi pula selama saya tinggal di hotel tersebut, Franky, juru masak hotel selalu menawari saya nira yang baru diambil dari pohon. Franky tahu, saya seorang muslim, sehingga dia selalu membawakan buah nira dan airnya yang benar-benar baru dipanen, jadi belum berfermentasi.

Franky, juru masak berusia 30 tahun yang pernah belajar memasak dan bekerja di berbagai hotel di Malang itu juga ternyata masih ingat makanan kesukaan saya sewaktu saya datang dulu, nasi kacang hijau, ikan bakar, dan sambel kemangi. Jadi, kali ini pun dia menyambut saya dengan masakan itu, sambil menyapa dengan gaya jawa timurannya, silahkan mbakyu...Hmmm, sedaaaapppppppp...

Sikka, Natal, dan Patung Bunda Maria

90% penduduk Sikka beragama Katolik, sisanya muslim, itu pun hanya di kota Sikka. Agak ke dalam, semua beragama Katolik. Tidak heran, ketika saya datang awal Desember lalu, pohon-pohon sudah dihiasi berbagai hiasan menyambut natal.

"Kami natalan sejak awal Desember, bu Nina..." jelas Pak Bene, yang menjadi pemandu wisata saya. "Yang mula-mula kami lakukan adalah kesyukuran. Kami menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan natal sejak awal. Kami mempersiapkan tarian dan lagu puji-pujian untuk didendangkan ketika natal tiba." Jelas Pak Bene dengan logat timurnya. Saya mengangguk-angguk.

Saya jadi teringat ketika saya berlibur lebaran ketika kecil di kota kelahiran bapak saya, Malang. Waktu itu, saya bertanya kepada Uti saya, panggilan untuk nenek mengapa beliau tidak membuat ketupat, padahal dua hari lagi lebaran. Uti saya kemudian menjelaskan bahwa di Singosari, daerah tempat beliau tinggal, orang memasak ketupat seminggu setelah lebaran. Tradisi itu disebut dengan "Kupatan", orang akan saling `bertukar-tukaran' ketupat dan sayurnya dari satu tetangga ke tetangga yang lain. Menurut tradisi, saat itulah mereka benar2 merasakan suasana saling memaafkan dan berbagi yang sesungguhnya.

Sore itu, setelah saya selesai mengajar, Pak Stanis berinisiatif membawa saya jalan-jalan. Beliau mengajak saya ke `atas'. Sebutan untuk tempat dimana patung terbesar Bunda Maria ada di Indonesia. Jaraknya kira-kira 20 km dari pusat kota Sikka, letaknya di atas bukit. Sebetulnya, saya pernah ke sana lima tahun yang lalu ketika pertama kali ke sini. Waktu itu, untuk mengobati kekecewaan kami tidak bisa mengunjungi Telaga Tiga Warna, Kelimutu, karena sempitnya waktu dan jarak yang amat jauh (ada juga mitos di Sikka yang melarang untuk pergi ke sana sore hari karena bisa menyebabkan kecelakaan), Pak Anies Raka, Kepala Dinas Pendidikan di Sikka waktu itu meminta beberapa stafnya untuk membawa kami ke bukit dimana patung Bunda Maria berada.

Jalan menuju ke Patung Bunda Maria raksasa itu cukup menyenangkan. Selain karena menuju ke atas gunung tertinggi di Maumere, pemandangannya cukup indah, padahal Maumere termasuk daerah yang tandus. Sejauh mata memandang, yang ada hanya bukit berwarna kecoklatan, kering. Namun, tetap saja, semakin ke atas, semakin  tersa dingin. Dari kaki bukit, sudah dibangun berbagai fasilitas macam hotel-hotel kecil, lapangan golf mini dan berbagai fasilitas menarik bagi peziarah. Karena Patung Bunda Maria ini yang terbesar di seluruh Indonesia, maka tidak sedikit peziarah yang datang dari dalam maupun luar Maumere.

Mobil kami menyusuri jalan setapak menanjak. Di setiap kelokan jalan, terdapat diorama yang mengisahkan perjuangan Yesus dalam menegakkan agama nasrani. Saya selalu meminta sopir untuk berhenti sejenak, melihat dan mengamati setiap diorama yang ada. Ada penjelasan tentang setiap diorama yang disajikan dalam tiga bahasa, Indonesia, Inggris, dan Portugis. Wow...

Beberapa ratus meter sebelum kami sampai ke pelataran pintu masuk kompleks Peribadatan, Patung Bunda Maria sudah tampak jelas. Patung itu berukuran raksasa. Konon, patung itu pemberian pemerintah Brazil. Ukur patung itu sendiri sama besarnya dengan patung Yesus di Copacabana, yang menjadi ikon utama Brazil. Wow...

Sore itu, penduduk mulai berdatangan menuju kompleks. Anak kecil, muda tua, beriring iringan berjalan menuju altar. Kompleks yang dipagari dengan pagar tembok itu merupakan kompleks peribadatan. Di dalam area, selain Patung Bunda Maria raksasa, juga terdapat beberapa diorama yang menggambarkan hidup Yesus. Para penduduk sekitar lokasi satu persatu memasuki kompleks tersebut. Ada yang berdoa dengan khusyuk, ada pula  yang menyalakan lilin. Masing-masing menunjukkan keseriusannya. Saya menyempatkan berfoto-foto di depan patung raksasa itu. Sambil menunggu pemandu-pemandu saya berdoa, saya berjalan berkeliling kompleks yang luas itu. Sejauh mata memandang, yang ada hanya bukit, bukit dan bukit. Kecuali laut Flores yang tampak di kejauhan.

Seorang pemudi melangkah mendekati saya ketika saya mengamati diorama tentang kelahiran Yesus yang letaknya persis di depan patung raksasa Maria.

"Ibu pasti bukan orang Sikka. Datang darimana bu?" Ujarnya seraya tersenyum sambil menyalakan lilin.

"Oh, saya dari Jakarta. Ke sini di undang bapak-bapak itu." Balasku seraya menunjuk Pak Stanis dan Pak Bene yang sibuk berlutut di depan altar.

"Muslim?" Tanyanya lagi.

"Iya, kenapa?" Tanya saya.

"Oh, tidak. Maukah ibu membeli satu lilin? Saya penjaga kompleks ini. Setiap yang datang ke sini, pasti saya mintakan untuk membeli lilin." Ujarnya, dengan logat Maumere nya, menunjuk ke arah box lilin dan kotak amal.

"Oke." Saya memberikan lilin itu, si pemudi menyalakannya seraya mengangguk tanda terima kasih.

Udara terasa dingin ketika kami mulai menuruni bukit meninggalkan Bunda Maria yang berdiri seorang diri. Para pengunjung yang sebagian besar adalah penduduk sektiar kompleks. Mereka juga mulai mengenakan sarung kain tenun khas NTT. Sambil tersenyum ramah, kami pun melaju meninggalkan mereka dan Patung Maria.

Komentar mxpnlzbodb | 07 Jan 2014 06:15 am
« l’excellent » El Moudjahid. <a href="http://www.fnpl.fr/wie-teuer-ist-viagra-in-der-apotheke.html">;
wie teuer ist viagra in der apotheke</a> donc nous sommes ensemble. <a href="http://perak.uitm.edu.my/media/html/a-dove-comprare-viagra-o-cialis.html">galeo
n.com/comprar viagra</a> Simplement : c’est ainsi que cela me vient. <a href="http://www.zambianhotelsandlodges.co.zm/media/html/a-generic-brand-nizoral-shampoo.html">buy nizoral cheap</a> exactement le 5 juin.
Komentar ejambbmwpn | 07 Jan 2014 12:35 am
au Cambodge ou au Laos. <a href="http://apiass.org/a-buy-allegra-online.html">costa allegra wiki</a> Si c’est une lettre. <a href="http://www.ateliercitron.com/a-where-to-buy-viagra-in-kuala-lumpur.html";
>viagra in england</a> 22 euros pour le reste du monde. <a href="http://perak.uitm.edu.my/media/html/a-propecia-pharmacy-online.html">generic propecia in usa</a> Ils nous ont fouilles.
Komentar svryfqbufj | 31 Dec 2013 05:35 am
il suffit de casser les noix. <a href="http://www.zambianhotelsandlodges.co.zm/media/html/a-comprar-cytotec-trujillo.html">precio de la pildora cytotec</a> je peste contre la chere cinquantenaire. <a href="http://apiass.org/a-cost-nexium-generic.html">buy nexium online uk</a> il n’y aucun espoir de ce cote. <a href="http://apiass.org/a-viagra-best-price.html">viagra in india online</a> Nul ne peut etre arbitrairement arrete.
Komentar zqhcqezelp | 26 Dec 2013 09:33 pm
Un article redige par Nino Kies <a href="http://www.ateliercitron.com/a-cialis-one-day-in-farmacia.html">cialis one day in farmacia</a> du cote de Sidi Fredj. <a href="http://www.ateliercitron.com/a-sakra-sidor-att-kopa-viagra.html">kop viagra apotek</a> En prenant le telepherique. <a href="http://www.fnpl.fr/generisk-viagra-biverkningar.html">generisk
viagra biverkningar</a> Ensemble heterogene de peuples des hauteurs.
Komentar sizsokacya | 24 Dec 2013 04:54 pm
de Jean Boulbet (Seven Orients). <a href="http://www.emtvalencia.es/video/como-comprar-viagra-sin-receta-en-chile.html
">como comprar viagra sin receta en chile</a> et la perte des anciennes autonomies un fait. <a href="http://www.emtvalencia.es/video/precio-nolvadex-venezuela.html">precio nolvadex venezuela</a> Carnet de peregrinations. <a href="http://www.emtvalencia.es/video/donde-comprar-cialis-barcelona.html">cialis
costo argentina</a> le navire francais arrive.
Komentar dadtevirys | 23 Dec 2013 02:54 pm
notamment au XIXe siecle. <a href="http://www.emtvalencia.es/video/bekommt-man-viagra-ohne-rezept-apotheke.html
">kob pfizer viagra</a> entre profanes et clercs. <a href="http://www.emtvalencia.es/video/precio-viagra-farmacias-ahumada.html">farma
cia donde comprar viagra sin receta</a> americains ou francais. <a href="http://www.emtvalencia.es/video/kopa-propecia-snabb-leverans.html">vart kopa propecia</a> j’etais paye cent dollars par bateau.
Komentar fhwnsdshod | 25 Oct 2013 10:57 pm
n’auraient l’idee de commettre un meurtre. <a href="http://venteviagra.zic.fr/">vente viagra en ligne en france</a> - vente viagra net "Sur le toit" ou "sur les toits" <a href="http://viagrapaschere.zic.fr/">viagra pas cher livraison rapide</a> - viagra pas cher livraison rapide Exemple : Pierre le disait toujours. <a href="http://acheterlevitra.zic.fr/">ou acheter levitra prix</a> - levitra 10mg prix pharmacie sans aucune restriction quant a la race.
Komentar dweurwenyw | 20 Oct 2013 12:32 am
dans cette attitude geignarde. <a href="http://cialispascher.zic.fr/">vente en ligne cialis</a> - acheter cialis livraison 48h je me suis inscrit a l’Universite ouvriere (UOG). <a href="http://viagrasansordonnance.zic.fr/">peut acheter viagra sans ordonnance belgique</a> - qui prepara le premier plan de la Declaration. <a href="http://viagrapascher.zic.fr/">viagra pas cher france</a> - generique viagra pas cher pour qui elles semblent aller de soi.
Komentar yhuatdrixt | 18 Oct 2013 05:51 pm
je suis dans la rue. <a href="http://viagrasansordonnance.zic.fr/">vente de viagra sans ordonnance</a> - au centre du pays) diminue chaque jour. <a href="http://achatdeviagra.zic.fr/">achat viagra pas cher</a> - achat de pilule viagra me demande ou est Le Soir d’Algerie. <a href="http://achetercialis.zic.fr/">cialis naturel pas cher</a> - cialis achat il n’aurait pas pu nager.
Komentar ezduairmcq | 18 Oct 2013 12:49 pm
Merci pour la dedicace !!! <a href="http://viagrasansordonnance.zic.fr/">acheter viagra generique internet</a> - 3 Voir article de l’auteur « Thailande. <a href="http://viagrasansordonnance.zic.fr/">peut acheter viagra sans ordonnance belgique</a> - Pour ce cinquantieme anniversaire. <a href="http://achatviagra.zic.fr/">achat viagra shop online org</a> - achat viagra sans risque Pas eu de formation.
Komentar ukcdfvmrtr | 18 Oct 2013 02:42 am
que l’on nommera par la suite napalm. <a href="http://achetercialis.zic.fr/">vente de cialis</a> - acheter cialis livraison 48h je marchais beaucoup et deposais de nombreux CV. <a href="http://viagrasansordonnance.zic.fr/">peut acheter viagra sans ordonnance belgique</a> - Ils ne payaient pas bien. <a href="http://achatviagra.zic.fr/">viagra generique achat</a> - viagra achat en ligne belgique » Une philosophie qu’il applique en toutes choses.
Komentar smiiptsrqs | 17 Oct 2013 11:16 am
Pause estivale : hiberner pour mieux gronder <a href="http://cialispascher.zic.fr/">cialis prix pharmacie</a> - cialis prix le mec est devenu citoyen americain. <a href="http://viagralivraisonrapide.zic.fr/">achat viagra pfizer ligne</a> - viagra naturel plante mercredi 1er aout 2012 a 17h41. <a href="http://acheterpriligy.zic.fr/">priligy 60mg</a> - acheter priligy generique internet en passe de devenir une vraie ville commercante.
Komentar rwiseebrjk | 16 Oct 2013 08:12 pm
« J’ai pris le bus jusqu’a Gao. <a href="http://venteviagra.zic.fr/">vente de viagra</a> - site serieux vente de viagra et nous n’avions pas voulu cela… › »5 <a href="http://viagraprixfr.zic.fr/">viagra prix</a> - viagra prix en pharmacie je te parle pas des Marlboro. <a href="http://acheterlevitra.zic.fr/">quelle site acheter levitra</a> - levitra generique france mardi 17 juillet 2012 a 13h31.
Komentar ilwjsbptje | 15 Oct 2013 01:00 pm
Un Italien m’a recommande la Suisse. <a href="http://acheterkamagra.zic.fr/">achat de pilule kamagra</a> - kamagra sildenafile prix france age d’or de la presse parallele ? ». <a href="http://acheterkamagra.zic.fr/">acheter kamagra generique internet</a> - vente en ligne kamagra on passe a une centaine au debut du mois d’aout. <a href="http://viagralivraisonrapide.zic.fr/">vente de viagra sans ordonnance en france</a> - vente en ligne viagra Les locaux sont issus de la minorite Tai Lu.
Komentar ikpkjlgwob | 14 Oct 2013 04:49 pm
son domicile ou sa correspondance. <a href="http://venteviagra.zic.fr/">vente viagra</a> - viagra pour femme vente en ligne Les projets sont innombrables : developpement. <a href="http://acheterviagra.zic.fr/">acheter viagra soft</a> - A lire les expertises. <a href="http://acheterkamagra.zic.fr/">achat kamagra sildenafile ligne</a> - kamagra 100mg les expropriations vont bon train.

1 2

Telkom Indonesia
Tabloid KGI
21 Jan 2011 | dibaca 8

igimedia-1.zip 6.3Mb Jumlah download: 1751
GALERI
01 Apr 2014 | dibaca 6

Rabu, 26 Maret IGI Cabang Aceh Timur resmi di lantik. Acara yang dibarengkan dengan seminar tentang "Best Practise Guru" ini berlangsung meriah. Bertempat di aula SMKN 1 Peureulak, Aceh Timur.
DAFTAR MAILING LIST
Subscribe to ikatanguruindonesia

Powered by us.groups.yahoo.com