Sharing Yuk
31 Mar 2010 | 0
Kegiatan Mengajar di Luar Kelas : Di Kantin


Oleh : Nina Soeparno

Pernahkah Bapak/Ibu mengajar anak2 di kantin? Atau pernahkah anak2 belajar sesuatu di kantin? Saya pernah. Dan anak2 begitu menikmatinya, karena selain mereka bisa keluar dari kelas (ini memang favorit mereka, kalau perlu tidak usah belajar) mereka juga mencicipi berbagai makanan yang ada di kantin, yang kali ini, gratis. Huummmm...

Ceritanya begini...Bulan lalu kebetulan adalah bulan dengan judul kesehatan yang saya korelasikan dengan judul tema "You are What You Eat". Sebetulnya ini topik usang yang entah mengapa saya senang mengambil topik ini lagi, karena anak2 bisa belajar banyak dari topik itu. Mereka juga senang karena dari topik ini kegiatan yang dilakukan kebanyakan adalah makan, membuat menu, memasak, dan makan lagi. Kebetulan, sekolah kami baru saja menang juara I untukLomba Sekolah Sehat tingkat Propinsi dan juara IV tingkat Nasional. Jadinya topik ini menjadi pas dan kantin sehat yang kami miliki dapat menjadi bahan pembelajaran juga.

Suatu pagi di bulan Oktober, saya mengajak mereka ke kantin. Kebetulan hari itu saya mengajar jam pertama, pukul 06.30. Saya katakan pada mereka bahwa mereka akan belajar di kantin. Sambil terheran-heran campur senang mereka bersorak kegirangan. Saya tahu, sebagian murid saya banyak yang belum sarapan karena harus berangkat subuh dari rumah mereka supaya tidak terlambat sampai di sekolah. Sebelum ke kantin, saya meminta anak2 menyiapkan buku dan alat tulis, mereka harus mencatat berbagai makanan, lengkap dengan bahan makanannya dan cara memasaknya.

Keributan terjadi di kantin dengan 15 anak kelas X Inter yang sibuk mewawancarai ibu2 penjaja makanan di sana. Masing-masing anak memilih stand makanannya sendiri. Kebetulan kantin kami lumayan lengkap, ada penjual mie ayam, mie yamin, minuman, gado-gado, aneka soto, aneka nasi goreng sampai makanan instan adopsi luar negeri macam cordon bleu (yah...lumayan lah untuk kangen2an lidah prancis saya) sampai pasta ala italiano ada di sana. Jadinya anak2 semangat memilih makanan2 tersebut. Bisa dibayangkan ibu2 penjual makanan di kantin pun ikut heboh karena mereka menjelaskan cara memasaknya. Belum lagi banyak anak2 yang tidak tahu beberapa jenis bumbu macam jahe, jintan, kunyit. Ck...ck...ck...anak Jakarta...Akhirnya bumbu2 itu pun berpindah dari kantin ke kantong plastik anak2. Setelah puas bertanya, kami, termasuk saya duduk dan makan berbagai makanan sambil mengobrol. Lucunya, ketika kami sedang makan dengan penuh tawa, ada seorang guru senior yang datang dan marah-marah kepada anak2. Beliau pikir anak2 membolos dan malahan ngobrol di kantin. Beliau tidak tahu ada saya, sang wali kelas, ikut makan di antara anak2. Baru setelah anak2 menunjuk ke saya, menjelaskan tentang kegiatan kami, guru tersebut berlalu. Saya tersenyum simpul saja. Postur saya yang imut amit-amit ini memang memungkinkan untuk tidak terlihat di antara murid2 saya yang semuanya bertubuh bongsor...jadinya saya dikira murid juga, hehehe...

Sekembali dari kantin, kami ke perpustakaan untuk melihat referensi kandungan makanan yang ada di bahan2 makanan baik melalui buku atau browsing internet. Project akhir mereka kemudian adalah membuat menu makanan sehat untuk sebuah restoran yang akan dibuka. Restorannya ditujukan untuk kalangan anak muda seusia mereka. Hasilnya ada "Bakso sosis keju", "Nasi Goreng Rock n Roll", "Mie Yamin ala BB King" (yang ini karena si pembuat mie mengidolakan BB King, bluesser dunia itu) berbagai makanan dengan nama aneh-aneh.

Semoga bermanfaat...

Telkom Indonesia
Tabloid KGI
21 Jan 2011 | dibaca 1

igimedia-1.zip 6.3Mb Jumlah download: 1751
GALERI
01 Apr 2014 | dibaca 5

Rabu, 26 Maret IGI Cabang Aceh Timur resmi di lantik. Acara yang dibarengkan dengan seminar tentang "Best Practise Guru" ini berlangsung meriah. Bertempat di aula SMKN 1 Peureulak, Aceh Timur.
DAFTAR MAILING LIST
Subscribe to ikatanguruindonesia

Powered by us.groups.yahoo.com