Profil | Program Kerja | Sekretariat Cabang | Organisasi | Daftar Anggota | Mitra
Depan | Berita | Artikel | Agenda | Galeri Foto | Konsultasi | Forum Sharing | Download | Beasiswa | BANK SOAL | Kalender Kegiatan | Database Anggota KGI
Artikel
09 Jul 2008 | Komentar: 3
Meningkatkan Kualitas Guru dalam Proses Belajar Mengajar

Oleh: Nurokhman

Guru SMP Islam Al-Azhar 10 Jakarta

Setiap kali berada pada masa akhir tahun pelajaran pada tiap-tiap lembaga pendidikan (sekolah) perhatian masyarakat akan tertuju kepada betapa masih rendahnya kualitas pendidikan sekolah baik pada tingkat SD, SMP, maupun SMA. Ini ditunjukkan dengan rendahnya hasil nilai ujian akhir nasional (NUAN). Rendahnya nilai akan selalu dikaitkan dengan rendahnya mutu guru dan rendahnya kualitas pendidikan guru. Oleh karena itu, dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pendidikan sasaran sentral yang harus dibenahi adalah kualitas guru dan kualitas pendidikan guru.

Berbagai usaha untuk meningkatkan kualitas guru dan pendidikan guru telah dilaksanakan dengan berbagai bentuk. Misalnya, dengan dikembangkannya tiga bentuk sekolah, yaitu sekolah formal mandiri dengan istilah sekolah bertaraf internasional (SBI), sekolah formal standar dengan istilah sekolah standar nasional (SSN), dan sekolah formal reguler. Pengajaran dengan sistem contextual teaching learning (CTL), pemanfaatan laboratorium baik IPA maupun bahasa, program sertifikasi guru dalam jabatan, serta pelatihan guru melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Telkom-Republika. Yaitu, guru tak saja harus pandai tetapi juga kreatif. Usaha-usaha tersebut adalah untuk mencapai hasil yang maksimal dan memuaskan.

Dalam hal ini guru harus terampil melakukan usaha-usaha untuk perbaikan mengajar selanjutnya berdasarkan pengalaman yang diperoleh. Guru harus mau mencari model-model mengajar yang lebih produktif, lebih sesuai dengan kondisi siswa, mau berusaha untuk menguasai bahan pelajaran. Guru juga harus terampil mengajar, diskusi dengan rekan guru lain, memahami perilaku anak didiknya, menyediakan dan mengupayakan sumber dan alat bantu mengajar dan mau melakukan analisis hasil proses belajar agar ditemukan kelemahan siswa dalam proses belajarnya.

Atas dasar itu, maka profesionalisasi guru memegang peranan yang sangat penting. Kemampuan dasar atau kompetensi guru mutlak diperlukan, sebagaimana profesi lainnya. Secara umum kemampuan guru yang paling utama adalah sebagai berikut:

1. Menguasai bidang keilmuan yang diajarkannya.
2. Terampil melaksanakan proses pengajaran sehingga mampu mendidik dan mengajar siswa.
3. Sikap positif terhadap profesi guru serta senantiasa mau meningkatkan kemampuan yang berkenaan dengan tugas profesinya.
Di sinilah pentingnya kompetensi profesional guru dalam mewujudkan dan melaksanakan kurikulum, sehingga niat dan harapan dalam kurikulum dapat dikuasai dan dimiliki oleh anak didik. Kompetensi profesional guru pada hakikatnya menggambarkan kemampuan yang dituntut dari tugas dan tanggung jawabnya.

Tantangan dunia pendidikan
Proses globalisasi merupakan keharusan sejarah yang tidak mungkin dihindari, dengan segala berkah dan mudharatnya. Bangsa dan negara akan dapat memasuki era globalisasi dengan tegar apabila memiliki pendidikan yang berkualitas. Kualitas pendidikan, terutama ditentukan oleh proses belajar mengajar yang berlangsung di ruang-ruang kelas. Dalam proses belajar mengajar tersebut guru memegang peran yang penting. Guru adalah kreator dalam proses belajar mengajar.

Guru adalah orang yang akan mengembangkan suasana bebas bagi siswa untuk mengkaji apa yang menarik minatnya, mengekspresikan ide-ide dan kreativitasnya dalam batas norma-norma yang ditegakkan secara konsisten. Sekaligus, guru akan berperan sebagai model bagi anak didik. Kebesaran jiwa, wawasan, dan pengetahuan guru atas perkembangan masyarakatnya akan mengantarkan para siswa untuk dapat berpikir melewati batas-batas kekinian, berpikir untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Tugas utama guru adalah mengembangkan potensi siswa secara maksimal lewat penyajian mata pelajaran. Setiap mata pelajaran, dibalik materi yang dapat disajikan secara jelas, memiliki nilai dan karakteristik tertentu yang mendasari materi itu sendiri. Oleh karena itu, pada hakekatnya setiap guru dalam menyampaikan suatu mata pelajaran harus menyadari sepenuhnya bahwa seiring menyampaikan materi pelajaran, ia harus mengembangkan watak dan sifat yang mendasari dalam mata pelajaran itu sendiri.

Materi pelajaran dan aplikasi nilai-nilai terkandung dalam mata pelajaran tersebut senantiasa berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakatnya. Agar guru senantiasa dapat menyesuaikan dan mengarahkan perkembangan, maka guru harus memperbarui dan meningkatkan ilmu pengetahuan yang dipelajari secara terus menerus. Dengan kata lain, diperlukan adanya pembinaan yang sistematis dan terencana bagi para guru.

Karakteristik kerja guru
Pemahaman akan hakikat kerja guru sangat penting sebagai landasan dalam mengembangkan program pembinaan dan pengembangan guru. Beberapa karakteristik kerja guru, antara lain adalah:
1. Pekerjaan guru adalah pekerjaan yang bersifat individualistis nonkolaboratif. 2. Pekerjaan guru adalah pekerjaan yang dilakukan dalam ruang yang terisolir dan menyerap seluruh waktu.
3. Pekerjaan guru adalah pekerjaan yang kemungkinan terjadinya kontak akademis antarguru rendah.
4. Pekerjaan guru tidak pernah mendapatkan umpan balik.
5. Pekerjaan guru memerlukan waktu untuk mendukung waktu kerja di ruang kelas.

Di samping karakteristik pekerjaan guru, karakteristik disiplin ilmu pengetahuan sangat penting artinya untuk dipahami, khususnya oleh guru sendiri. Sebab guru harus menjiwai disiplin ilmu yang harus diajarkan kepada siswa-siswanya.

Namun realitas menunjukkan bahwa kualitas guru belum sebagaimana diharapkan. Berbagai usaha yang serius dan sungguh-sungguh serta terencana harus secara terus menerus dilakukan dalam pengembangan kualitas guru. Berbagai karakteristik kerja guru sebagaimana dikemukakan di atas, berbagai cara pembinaan guru telah dilaksanakan. Teknik pembinaan yang telah dikembangkan dan diterapkan adalah dengan sistem Pusat Kegiatan Guru (PKG).

Di samping itu, telah dikembangkan pula Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Sanggar Kegiatan Guru (SKG), dan untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi telah dilatihkan pemanfaatan baik melalui media komputer maupun internet dalam pengajaran setiap bidang studi khususnya bidang studi matematika dan IPA.


Sumber: Republika, 25 Juni 2008

Komentar ihkam | 20 May 2010 07:43 am
permisi mau numpang copy paste!!!!!!!
Komentar fery arya | 05 Aug 2009 09:38 pm
smile
terikakasih arikel ini telah turut membantu saya sebagai bahan reverensi dalam penulisan skripsi saya...

pada semua pihak kalau ada yang berkenan memberi saran kritik atau bahkan mengirim bahan reverensi dalam penulisan skripsi saya yang berjudul "Kualitas guru sejarah di SMA negeri sekabupaten X dalam pembelajaran ditinjau dari aspek persiapan, metode,proses dan evaluasi" kirim ke alamat emailku di fery.harya_putra@yahoo.co.id
terima kasih...
Komentar utik | 18 Nov 2008 04:17 pm
smile
Facebook Klubguru
e-Jurnal Ilmiah Klub Guru Indonesia
Blog KGI
Sepeda Untuk Sekolah
ARTIKEL
BERITA
AGENDA
KONSULTASI
DOWNLOAD
[full-2-view]Kurikulum 2013[/full-link]
© 2009 hak cipta Klub Guru Indonesia.