​GELISAH DI SEPANJANG PENERBANGAN

1
772

Usai memberikan materi sebagai keynote speaker di Bentara Budaya Jakarta, Kompas Gramedia saya dijemput Cak Habe Arifin untuk bersama-sama bertemu Pak Giyo dari Smata. Saya langsung menuju Bandara Soeta menuju Bima via Lombok. Selang beberapa menit sebelum take off, saya dikabari kalau dua jagoan kecil saya, Al Fath dan Al Faid sedang muntah-muntah dan berkeringat dingin. Saya mencoba menghubungi pihak garuda agar saya bisa menarik bagasi lalu balik haluan ke Makassar tapi itu sudah tidak mungkin lagi. Saya pun memilih melanjutkan perjalan menuju lombok dan menginap di Lombok dengan niat pesawat pertama balik ke Makassar. Sepanjang penerbangan, kegelisahan pun mendera, khawatir dan cemas.

Saya pun mengabari kawan-kawan wilayah yang sedang di Bima agar saya bisa membatalkan penerbangan ke Bima dan meminta Pak Abdul Karim melanjutkan IGI Jelajah NTB di 9 kabupaten di NTB kecuali Lombok Timur.

Namun Pak Ulil, ketua IGI NTB memelas dan meminta saya tetap ke Dompu karena semua pihak sudah dikabari dan sangat sulit untuk dibatalkan. Melihat jadwal penerbangan yang masih memungkinkan saya balik jam 14.00 Wita ke Makassar dan kondisi dua jagoan saya sudah sedikit membaik, saya pun menerima untuk tetap ke Dompu tapi setelah itu menyerahkan perjuangan ke Pak Abdul Karim, Ketua Bidang Peningkatan Mutu Guru IGI Pusat.

Lombok, 1 September 2016
Muhammad Ramli Rahim
Ketua Umum Pengurus Pusat
Ikatan Guru Indonesia

Comments

comments

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here